Biometana adalah gas energi terbarukan yang dihasilkan dari penguraian bahan organik secara anaerob, terutama limbah pertanian dan perkebunan. Komponen utamanya adalah metana (CH₄), gas rumah kaca yang dampaknya jauh lebih kuat dari karbon dioksida. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), metana bisa 28 kali lebih kuat dibanding CO₂ dalam memerangkap panas bumi. Dengan menangkap dan memurnikan metana menjadi biometana, dua tujuan bisa tercapai sekaligus: mencegah pelepasan emisi berbahaya dan menghasilkan energi bersih.
Kelapa sawit menjadi salah satu sumber potensial biometana. Proses pengolahan minyak sawit menghasilkan limbah cair bernama Palm Oil Mill Effluent (POME). Selama ini, POME kerap dianggap masalah lingkungan karena berbau, mencemari air, dan menghasilkan metana jika dibiarkan terbuka. Namun penelitian menunjukkan POME justru menyimpan potensi energi besar. Menurut Sagala, Frimawaty, & Sodri (2023), setiap ton POME mampu menghasilkan sekitar 30–40 Nm³ biogas yang dapat dimurnikan menjadi biometana. Jika dimanfaatkan, limbah sawit bisa berubah dari beban lingkungan menjadi sumber energi terbarukan.
Dari sisi manfaat lingkungan, dampaknya signifikan. Foong et al. (2021) dalam Waste and Biomass Valorization menyebutkan bahwa pengolahan POME menjadi biogas dapat mengurangi emisi metana yang sangat besar setiap tahunnya, apalagi bila diterapkan secara luas di negara produsen sawit. Studi lain oleh Sodri dkk. (2022) dalam Energies (MDPI) menegaskan bahwa pemanfaatan POME untuk biogas dan biometana tidak hanya ekonomis tetapi juga mampu menekan emisi gas rumah kaca dengan skala industri.
Secara historis, Indonesia memang relatif tertinggal dibanding negara tetangga. Malaysia sudah lebih dulu mengembangkan pemanfaatan POME menjadi biogas dan biometana dalam skala industri. Bahkan, sejumlah studi bersama juga sempat mengkaji potensi pemanfaatan biomethane dari Indonesia untuk pasar Singapura, mengingat kebutuhan energi hijau negara tersebut terus meningkat. Namun hingga kini, belum ada bukti publik yang menunjukkan bahwa ekspor biomethane dari Indonesia benar-benar terjadi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengapa Indonesia belum mengoptimalkan potensi besar POME di dalam negeri.
Kini arah kebijakan mulai berubah. Pada September 2025, Indonesia memulai pembangunan pabrik Gas Biometana Terkompresi (Compressed Biomethane Gas/CBG) pertama di Pabrik Kelapa Sawit Tinjowan, Simalungun, Sumatera Utara. Proyek ini merupakan kerja sama PTPN IV (PalmCo), PTPN III (Persero), dan reNIKOLA Primer Energi dari Malaysia. Dilaporkan Liputan6.com (2025), pabrik ini ditargetkan memproduksi 162.000 MMBTU per tahun dan menyerap emisi setara 30.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun.
Pabrik di Tinjowan bukan sekadar proyek percontohan, tapi juga model untuk direplikasi di 20 pabrik sawit lain di bawah PalmCo. Jika terealisasi, potensi pengurangan emisi bisa mencapai ratusan ribu ton CO₂ ekuivalen setiap tahun. PalmCo bahkan menargetkan penurunan emisi hingga 54,46 persen pada 2030 dibanding skenario business as usual.
Meski peluangnya besar, tantangan tidak kecil. Penghitungan emisi harus transparan agar klaim pengurangan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Pengolahan POME juga membutuhkan investasi teknologi tinggi. Menurut penelitian Universitas Diponegoro (2023), meski potensi energi dari POME di Indonesia sangat besar, implementasi masih terkendala biaya dan kurangnya insentif. Tanpa kebijakan pendukung dan regulasi yang jelas, risiko klaim berlebihan tetap ada.
Pada akhirnya, biometana sawit adalah inovasi strategis yang menjawab dua masalah sekaligus: limbah perkebunan dan emisi gas rumah kaca. Dari yang dulu dijual murah ke luar negeri, kini Indonesia mulai membangun industri biometana sendiri. Pabrik di Sumatera Utara adalah langkah awal, tetapi keberhasilan sejati akan terwujud bila model ini diperluas secara nasional. Dengan begitu, sawit bisa benar-benar menjadi senjata baru Indonesia dalam mengurangi emisi sekaligus memperkuat transisi energi bersih. Ditunggu pembangunan pabrik-pabrik gas biometana sawit lainnya di seluruh negeri.